MANAJEMEN UMUM
11.
PENGERTIAN
MANAJEMEN.
A.DEFINISI
MANAJEMEN.
Kata Manajemen berasal dari
bahasa Prancis kuno “management”, yang memiliki arti seni
melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan
diterima secara universal. Kata manajemen mungkin berasal dari bahasa Italia (1561) maneggiare yang berarti “mengendalikan,”
terutamanya “mengendalikan kuda” yang berasal dari bahasa latin manus
yang berarti
“tangan”. Kata ini mendapat pengaruh dari bahasa Perancis manège yang
berarti “kepemilikan kuda” (yang berasal dari Bahasa Inggris yang berarti seni
mengendalikan kuda), dimana istilah Inggris ini juga berasal dari bahasa
Italia. Bahasa Prancis lalu mengadopsi kata ini dari bahasa Inggris menjadi ménagement,
yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Beberapa
definisi manajemen menurut para ahli:
● Mary Parker Follet, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
● Ricky W. Griffin, mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.Istilah manajemen, terjemahannya dalam bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman.
●Liang Gie, manajemen : “seni dan ilmu
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengontrolan
dari pada “human and natural resources” untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan terlebih dahulu”.
●George R.Terry, Manajemen sebagai “proses yang khas yang terdiri dari tindakan-tindakan : perencanaan, pengorganisasian, menggerkan dan pengawasan yang dialkukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta sumber-sumber lain”.
B. MANAJEMEN
SEBAGAI ILMU DAN SENI.
Ada yang mengatakan bahwa manajemen adalah seni dan yang
lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu
sama mengandung kebenarannya.
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
Menurut G.R. Terry manajemen adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata.
Manajemen juga adalah suatu ilmu pengetahuan maupun seni. Seni adalah suatu pengetahuan bagaimana mencapai hasil yang diinginkan atau dalm kata lain seni adalah kecakapan yang diperoleh dari pengalaman, pengamatan dan pelajaran serta kemampuan untuk menggunakan pengetahuan manajemen.
Menurut Mary Parker Follet manajemen adalah suatu seni untuk melaksanakan suatu pekerjaan melalui orang lain. Definisi dari mary ini mengandung perhatian pada kenyataan bahwa para manajer mencapai suatu tujuan organisasi dengan cara mengatur orang-orang lain untuk melaksanakan apa saja yang pelu dalam pekerjaan itu, bukan dengan cara melaksanakan pekerjaan itu oleh dirinya sendiri.
● MANAJEMEN SEBAGAI ILMU.
Ilmu adalah suatu pengetahuan
yang teratur dari hal-hal pekerjaan hukum sebab dan akibat, sehingga menjadi
tabiat ilmu, yaitu mencari keterangan tentang kedudukan suatu hal atau masalah
yang berhubungan dengan sebab dan akibatnya. Pengetahuan tidak selamanya dapat
digolong-kan ilmu sebab ada pengetahuan atau pengetahuan saja. Di pihak lain,
ada pengetahuan yang diperoleh dengan jalan keterangan dan inilah yang disebut
ilmu. Pengetahuan barulah merupakan tangga pertama bagi ilmu untuk mencari
keterangan lebih lanjut. Karena itu Muhammad Hatta mengemukakan suatu pendapat
bahwa seorang memperoleh pengetahuan tentang sesuatu masalah dengan jalan
keterangan untuk menyusun pikiran guna mengetahui sebab kejadian dan akibatnya
di saat itulah terjadi ilmu pengetahuan. Pengalaman baru menjadi pengetahuan
ilmu, apabila pengetahuan itu disertai dengan pengertian tentang pekerjaan
hukum kausal pada masalah yang dialami itu. Masalah menimbulkan pertanyaan
bagaimana duduknya dan sebabnya. Kalau manajemen adalah suatu ilmu sebab kalau
diteliti lebih lanjut timbulnya ilmu manajemen dalam sejarah adalah disebabkan
adanya pemborosan-pemborosan baik tenaga kerja, waktu maupun materi dan biaya
di dalam setiap pekerjaan dalam suatu usaha.
Di samping alasan di atas, manajemen termasuk sebagai ilmu karena
memenuhi syarat-syarat sebagai ilmu yaitu:
a.
Tersusun secara
sistematis dan teratur
b.
Objektif
rasional sehinga dapat dipelajari
c.
Menggunakan
metode Ilmiah
d.
Mempunyai
prinsip-prinsip tertentu
e.
Dapat dijadikan
suatu teori
Tersusun secara sistematis dan
teratur, manajemen memiliki serangkaian tahap kegiatan fungsi secara berkaitan
mulai dari menentukan sasaran sampai berakhirnya sasaran atau tercapainya tujuan.
Dalam hal ini, beberapa pakar mengklasifikasikan dengan berlainan pendapat,
namun pada hakikatnya meliputi: perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan
pengawasan.
Mengenai objek manajemen, yaitu: apa yang menjadi sasaran atau kajian
penyelidikan manajemen. Sebagai objek adalah “manusia” itu sendiri. Tetapi
bukan manusia pada umumnya melainkan manusia dalam usaha kerja sama. Sebagai
usaha kerja sama itu tidak bisa dengan dirinya sendiri akan tetapi melalui
orang lain. Jadi objek manajemen adalah manusia dalam hal ini cara memanfaatkan
orang-orang untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan di sini adalah tujuan yang
hendak dicapainya sesuai dengan bidang kegiatannya, sepertinya: bidang
keuangan, bidang pema-saran, bidang perkantoran, bidang akuntansi dan
semacamnya.
Menggunakan metode ilmiah, seperti halnya dengan bidang lain yang
menggunakan metode deduksi dan induksi. Melakukan metode deduksi yaitu metode
yang bersifat rasional bersumber dari rasio atau akal pikiran. Melakukan
penyelidikan dengan bertitik tolak pada pengetahuan umum untuk sampai kepada
pengetahuan khusus yang baru. Pengetahuan umum ini bisa berupa konsep atau
teori mengenai sesuatu. Di dalam manjemen sesungguhnya perencanaan, motivasi
adalah suatu teori umum, sedangkan pengorganisasian, penggerakan, dan
pengawasan merupakan teori khusu. Dari teori umum (perencanaan dan motivasi)
inilah manajemen bertitik tolak melaksanakan kegiatan secara sistematis,
efektif dan efisien menurut teori-teori khusus sebagai pedoman. Cara
menggunakan orang sesungguhnya bertumpu pada perencanaan dan teori-teori
motivasi dan sebagainya. Sedangkan metode induktif yaitu bersifat
empirik, bersumber dari pengalaman konkrit. Melakukan penyelidikan dengan
bertitik tolak dari pengetahuan khusus untuk sampai pada pengetahuan umum. Di
dalam manajemen sesungguhnya pengalaman praktis dalam pengorganisasian,
penggerakan, pengawasan dan lain-lain sebenarnya merupakan in-put dalam membuat perencanaan yang bersifat umum.
Mempunyai prinsip-prinsip tertentu,
pendapat Fayol yang menge-mukakan 14 prinsip organisasi yang sekarang ini telah
menjadi prinsip manajemen merupakan sumbangan yang cukup besar melahirkan
mana-jemen sebagai suatu ilmu pengetahuan.
Dapat dijadikan suatu teori. Di sini teori manajemen tidak diragukan lagi
karena sudah dipelajari dan dikembangkan melalui lembaga pendidikan dan
pelatihan dengan manajemen merupakan salah satu mata pelajaran yang dicantumkan
dalam kurikulum bahkan terdapat jurusan yang disebut dengan jurusan “manajemen”
Manajemen sebagai suatu ilmu pengetahuan, jika dikaitkan dengan
klasifikasi ilmu, maka manajemen tergolong ke dalam ilmu-ilmu sosial, bagian
dari ilmu administrasi dan merupakan ilmu terapan (applied science) karena kemanfaatannya hanya ada apabila diterapkan
untuk meningkatkan peri kehidupan manusia.
● MANAJEMEN SEBAGAI SENI.
Kalau ilmu
memusatkan perhatian pada suatu objek tertentu sehingga ilmu bersifat memilih.
Lain halnya dengan seni, menurut Mohammad Hatta seni memperhatikan keindahan,
mencari harmoni (persatuan) dalam alam. Ilmu mengajarkan untuk mengetahui
sesuatu, sedang seni mengajarkan bagaimana melakukan sesuatu. Dalam kamus Webster’s New Collegiate Dictionary,
perkataan art (seni) berasal dari
bahasa latin yaitu “artus” yang
berarti:
a.
Daya cipta yang
timbul dari dalam untuk mewujudkan sesuatu
b.
Kemahiran yang
diperoleh dari pengalaman.
Kalau manajemen dihubungkan
dengan pengertian seni di atas maka manajemen dapat juga digolongkan sebagai
seni, sebab jauh sebelum ilmu manajemen timbul, dalam sejarah ternyata bahwa
tujuan suatu golongan masyarakat dapat tercapai, sehingga manajemen dalam arti art (seni) sudah dimulai sejak manusia bermasyarakat, mengingat setiap
masyarakat walaupun sangat sederhana,
memerlukan manajer dan pengurusan. Dalam kontes ini manajemen sebagai
seni berarti kemahiran
dalam mengurus sesuatu
yang dikombinasikan dengan daya cipta, sehingga tujuan yang telah
ditetapkan dapat tercapai.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen
mencakup keduanya, baik sebagai ilmu maupun sebagai seni. Berarti juga, supaya
seseorang dapat menjadi manajer atau pemimpin yang baik, di samping harus
memiliki pengetahuan tentang ilmu manajemen, juga harus memiliki seni
manajemen.
Pengembangan
seni manajemen yang dimiliki, dapat dilakukan melalui studi, observasi dan
praktek. Seorang manajer yang baik, merupakan seorang artis dan ahli ilmu
pengetahuan. Ia harus dapat memberi inspirasi, memuji, mengajar, merangsang
orang-orang lain, baik yang berbakat maupun yang tidak, bekerja sebagai
kesatuan dan melaksanakan usaha sebaik-baiknya ke arah tujuan yang diharapkan.
Hal tersebut tidak dapat dicarikan dalam suatu rumus melainkan didasarkan pada
perasaan, naluri dan ilham.
Perbandingan antara manajemen sebagai ilmu dan seni (Terry, 1962)
Manajemen
sebagai ilmu
|
Manajemen sebagai seni |
a. advanced by knowledge (mem-peroleh kemajuan
melalui pe-ngetahuan)
b. proces (membuktikan)
c. predicts (meramalkan)
d. defines (merumuskan)
e. measures (mengukur)
|
a.
advanced by practice
(mem-peroleh kemajuan melalui praktek)
b. feels (merasakan)
c. guesses (mengira-ngira)
d. mescribes (menguraikan)
e. opines (memberi pendapat)
|
22.
MANAJEMEN
DAN MANAJER.
A.
TINGKATAN
MANAJEMEN
1.
Manajemen Tingkat Atas (Top Management)
Manajemen tingkat atas merupakan tingkatan tertinggi dalam piramida manajemen, yang terdiri dari eksekutif puncak dalam organisasi. Termasuk kedalam top management, antara lain direktur utama, presiden, wakil presiden, gubernur, wali kota, dan rektor. Manajemen puncak menggunakan waktunya untuk membuat rencana jangka panjang perusahaan.
2. Manajemen Tingkat Menengah (Middle Management)
Manajemen tingkat tengah berada di tengah-tengah hierarki organisasi. Mereka bertanggung jawab atas manajer lain yang memiliki tingkatan lebih rendah dan kadang-kadang terhadap beberapa karyawan operasional. Manajemen tingkat menengah bertanggung jawab terhadap pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak. Beberapa tugas manajemen tingkat menengah, antara lain menentukan berapa banyak jumlah salesman untuk suatu wilayah, menentukan peralatan untuk pabrik baru perusahaan atau menilai hasil kerja karyawan yang berada dibawah mereka. Mereka juga bertanggung jawab terhadap manajer yang lebih senior. Termasuk dalam manajemen tingkat menengah, antara lain kepala divisi, kepala bagian, kepala seksi, kepala cabang dan dekan.
3. Manjemen Lini Pertama (First Line Management)
Tingkatan paling rendah dalam sebuah organisasi yaitu orang yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan orang lain yang disebut manajemen lini pertama atau tingkat pertama. Mereka tidak perlu mengawasi manajer lain. Mereka bertanggung jawab secara terperinci atas hasil kerja karyawan yang berada dibawah mereka dan harus mengevaluasi setiap hari bahkan setiap jam. Mereka juga bertanggung jawab untuk menerapkan rencana manajemen tingkat menengah di lapangan. Termasuk dalam manajemen lini pertama, antara lain supervisor, pengawas, pelatih, dan foreman.
Manajemen tingkat atas merupakan tingkatan tertinggi dalam piramida manajemen, yang terdiri dari eksekutif puncak dalam organisasi. Termasuk kedalam top management, antara lain direktur utama, presiden, wakil presiden, gubernur, wali kota, dan rektor. Manajemen puncak menggunakan waktunya untuk membuat rencana jangka panjang perusahaan.
2. Manajemen Tingkat Menengah (Middle Management)
Manajemen tingkat tengah berada di tengah-tengah hierarki organisasi. Mereka bertanggung jawab atas manajer lain yang memiliki tingkatan lebih rendah dan kadang-kadang terhadap beberapa karyawan operasional. Manajemen tingkat menengah bertanggung jawab terhadap pelaksanaan rencana yang telah ditetapkan oleh manajemen puncak. Beberapa tugas manajemen tingkat menengah, antara lain menentukan berapa banyak jumlah salesman untuk suatu wilayah, menentukan peralatan untuk pabrik baru perusahaan atau menilai hasil kerja karyawan yang berada dibawah mereka. Mereka juga bertanggung jawab terhadap manajer yang lebih senior. Termasuk dalam manajemen tingkat menengah, antara lain kepala divisi, kepala bagian, kepala seksi, kepala cabang dan dekan.
3. Manjemen Lini Pertama (First Line Management)
Tingkatan paling rendah dalam sebuah organisasi yaitu orang yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan orang lain yang disebut manajemen lini pertama atau tingkat pertama. Mereka tidak perlu mengawasi manajer lain. Mereka bertanggung jawab secara terperinci atas hasil kerja karyawan yang berada dibawah mereka dan harus mengevaluasi setiap hari bahkan setiap jam. Mereka juga bertanggung jawab untuk menerapkan rencana manajemen tingkat menengah di lapangan. Termasuk dalam manajemen lini pertama, antara lain supervisor, pengawas, pelatih, dan foreman.
B.
FUNGSI –
FUNGSI MANAJEMEN.
Fungsi – fungsi Manajemen
adalah sebagai berikut:
► Planning
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.
► Organizing
Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.
► Leading
Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :
• Mengambil keputusan
• Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
• Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
Memeilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.
► Directing/Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut :
1. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
2. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ?
3. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ?
4. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ?
5. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ?
6. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ?
Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.
► Organizing
Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran.
► Leading
Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu :
• Mengambil keputusan
• Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan.
• Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.
Memeilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya, serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan.
► Directing/Commanding
Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
► Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.
► Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.
► Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.
► Reporting
Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.
► Staffing
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
► Forecasting
Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan.
► Tool of Management
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.
Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.
Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.
► Coordinating
Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi.
► Controlling
Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula.
► Reporting
Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsi-fungsi kepada pejabat yang lebih tinggi.
► Staffing
Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi.
► Forecasting
Forecasting adalah meramalkan, memproyrksikan, atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan.
► Tool of Management
Untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan diperlukan alat-alat sarana (tools). Tools merupakan syarat suatu usaha untuk mencapai hasil yang ditetapkan. Tools tersebut dikenal dengan 6M, yaitu men, money, materials, machines, method, dan markets.
Man merujuk pada sumber daya manusia yang dimiliki oleh organisasi. Dalam manajemen, faktor manusia adalah yang paling menentukan. Manusia yang membuat tujuan dan manusia pula yang melakukan proses untuk mencapai tujuan. Tanpa ada manusia tidak ada proses kerja, sebab pada dasarnya manusia adalah makhluk kerja. Oleh karena itu, manajemen timbul karena adanya orang-orang yang berkerja sama untuk mencapai tujuan.
Money atau Uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan alat (tools) yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan dan harus dibeli serta berapa hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.
Material terdiri dari bahan setengah jadi (raw material) dan bahan jadi. Dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik, selain manusia yang ahli dalam bidangnya juga harus dapat menggunakan bahan/materi-materi sebagai salah satu sarana. Sebab materi dan manusia tidaki dapat dipisahkan, tanpa materi tidak akan tercapai hasil yang dikehendaki.
Machine atau Mesin digunakan untuk memberi kemudahan atau menghasilkan keuntungan yang lebih besar serta menciptakan efesiensi kerja.
Metode adalah suatu tata cara kerja yang memperlancar jalannya pekerjaan manajer. Sebuah metode daat dinyatakan sebagai penetapan cara pelaksanaan kerja suatu tugas dengan memberikan berbagai pertimbangan-pertimbangan kepada sasaran, fasilitas-fasilitas yang tersedia dan penggunaan waktu, serta uang dan kegiatan usaha. Perlu diingat meskipun metode baik, sedangkan orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya tidak akan memuaskan. Dengan demikian, peranan utama dalam manajemen tetap manusianya sendiri.
Market atau pasar adalah tempat di mana organisasi menyebarluaskan (memasarkan) produknya. Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.
C. KETERAMPILAN – KETERAMPILAN MANAJERIAL.
Dalam melaksanakan
tugas manajerial , yang menjadi tanggung jawab supervisor adalah sebagai
berikut:
1. Merencanakan kegiatan
2.
Mengatur kegiatan
3.
Mengarahkan anak buah
4.
Mengembangkan pengetahuan dan keterampilan
5. Melaksanakan Monitoring
Supervisor juga
memerlukan keterampilan manajerial (manajerial skills), yaitu:
●keterampilan
teknis (Technical Skills)
Berkaitan dengan keterampilan kerja yang
diperlukan dalam kegiatan produksi. Pengalaman kerja, kecakapan kerja,
penguasaan kecakapan teknis yang berkaitan dengan pekerjaan dan kemampuan untuk
memberikan bimbingan teknis adalah hal-hal yang tercakup dalam keterampilan
teknis.
●keterampilan
menjalin hubungan (Human Relation Skills)
Berkaitan dengan kemampuan supervisor
melaksanakan komunikasi lisan dengan pimpinan diatasnya, teman sejawat, dan
anak buah yang di pimpin.
●keterampilan
berpikir dan membangun konsep (Conceptual Skills)
Berkaitan dengan kecakapan dalam
mengkombinasikan antara informasi, perkembangan iptek, kejadian pengalaman masa
lalu dengan situasi masa kini atau masa datang untuk diintegrasikan ke dalam
pikiran sebagai bahan pengambilan keputusan dan penentuan sikap.
33. EVOLUSI TEORI MANAJEMEN.
A. TEORI MANAJEMEN KLASIK.
1. Awal sekali ilmu manajemen timbul akibat terjadinya nrevolusi industri di
Inggris pada abad 18. Para pemikir tersebut rnemberikan perhatian terhadap
masalah-masalah manajemen yang timbul baik itu di kalangan usahawan, industri
maupun masyarakat. Para pemikir itu yang terkenaI antara lain, Robert Owen,
Henry Fayol, Frederick W. Taylor dan lainnya.
2. Robert Owen (1771 -1858) Robert
Owen adalah orang yang menentang praktek-praktek memperkerjakan anak-anak usia
5 atau 6 tahun dan standar kerja 13 jam per hari. Tersentuh dengan kondisi
kerja yang amat menyedihkan itu, beliau mengajukan adanya perbaikan nterhadap kondisi kerja
ini. Pada tahun-tahun awal revolusi industri, ketika para pekerja dianggap
instrumen yang tidak berdaya, Owen melihat rneningkatkan kondisi kerja di
pabrik, rnenaikkan usia minimum kerja bagi anak-anak, mengurangi jam kerja
karyawan, menyediakan makanan bagi karyawan pabrik, mendirikan toko-toko untuk
menjual keperluan hidup karyawan dengan harga yang layak, dan berusaha
memperbaiki lingkungan hidup tempat karyawan tinggal, dengan membangun
rumah-rumah dan membuat jalan, sehingga lingkungan hidup dan pabrik rnenjadi
menarik. Sebab itu, beliau disebut "Bapak Personal nManajemen Modern". Selain
itu, Owen lebih banyak memperhatikan pekerja, karena menurutnya, investasi yang
penting bagi manajer adalah sumber daya manusia. Selain mengenai perbaikan
kondisi kerja, beliau juga rnembuat prosedur untuk meningkatkan produktivitas,
seperti prosedur penilaian kerja dan bersaing juga secara terbuka.
3. Charles Babbage (1792 – 1871)
Charles Babage, seorang profesor matematika dari Inggris, mencurahkan banyak
waktunya untuk membuat operasi-operasi pabrik menjadi lebih efisien. Dia
percaya bahwa aplikasi prinsip- prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan
produktifitas dan nmenurunkan
biaya. Babage adalah penganjur pertama prinsip pembagian kerja melalui
spesialisasi. Setiap tenaga kerja harus diberi latihan ketrampilan yang sesuai nndengan setiap operasi
pabrik. Sebagai kontribusinya yang lain, Babbage menciptakan alat penghitung
mekanis pertama, mengembangkan program-program permainan bagi komputer,
menganjurkan kerja sama yang saling menguntungkan antara kepentinga karyawan
dan pemilik pabrik, serta merencanakan skema pembagian keuntungan.
4. Henry Fayol (1841 -1925) Pada
tahun 1916, dengan sebutan teori manajemen klasik yang sangat memperhatikan
produktivitas pabrik dan pekerja, disamping memperhatikan manajemen bagi satu
organisasi yang kompleks, sehingga beliau menampilkan satu metode najaran manajemen yang
lebih utuh dalam bentuk cetak biru. Fayol berkeyakinan keberhasilan para
manajer tidak hanya ditentukan oleh mutu pribadinya, tetapi karena adanya
penggunaan metode nmanajemen
yang tepat. Sumbangan terbesar dari Fayol berupa pandangannya tentang manajemen
yang bukanlah semata kecerdasan pribadi, tetapi lebih merupakan satu
keterampilan yang dapat diajarkan dari dipahami prinsip-prinsip pokok dan teori
umumnya yang telah dirumuskan. Fayol membagi kegiatan dan operasi perusahaan ke
dalam 6 macam kegiatan :
5. a. Teknis (produksi) yaitu berusaha
menghasilkan dan membuat barang-barang produksi.
b. Dagang (Beli, Jual,
Pertukaran) dengan tara mengadakan pembelian bahan mentah dan menjual hasil
produksi.
c. Keuangan (pencarian dan penggunaan optimum atas modal) berusaha mendapatkan dan menggunakan modal.
d. Keamanan (perlindungan harga milik dan manusia) berupa melindungi pekerja dan barang-barang kekayaan perusahaan.
e. Akuntansi dengan adanya pencatatan dan pembukuan biaya, utang, keuntungan dan neraca, serta berbagai data statistik.
f. Manajerial yang terdiri dari 5 fungsi :
c. Keuangan (pencarian dan penggunaan optimum atas modal) berusaha mendapatkan dan menggunakan modal.
d. Keamanan (perlindungan harga milik dan manusia) berupa melindungi pekerja dan barang-barang kekayaan perusahaan.
e. Akuntansi dengan adanya pencatatan dan pembukuan biaya, utang, keuntungan dan neraca, serta berbagai data statistik.
f. Manajerial yang terdiri dari 5 fungsi :
1)
Perencanaan (planning) berupa penentuan langkah-langkah yang memungkinkan
organisasi mencapai tujuan-tujuannya.
2) Pengorganisasian dan (organizing), dalam arti mobilisasi bahan materiil dan sumber daya manusia guna melaksanakan rencana.
2) Pengorganisasian dan (organizing), dalam arti mobilisasi bahan materiil dan sumber daya manusia guna melaksanakan rencana.
3) Memerintah (Commanding) dengan
memberi arahan kepada karyawan agar dapat menunaikan tugas pekerjaan mereka
4)
Pengkoordinasian (Coordinating) dengan memastikan sumber-sumber daya dan
kegiatan organisasi berlangsung secara harmonis dalam mencapai tujuannya.
5)
Pengendalian (Controlling) dengan memantau rencana untuk membuktikan apakah
rencana itu sudah dilaskanakan sebagaimana mestinya.
6. Periode Peralihan Mary Parker Folett
(1868-1933) Mary percaya bahwa adanya hubungan yang harmonis antara karyawan
dan manajemen brdasar persamaan tujuan, namun tidak sepenuhnya benar untuk
memisahkan atasan sebagai pemberi perintah dengan bawahan nsebagai penerima perintah.
Beliau menganjurkan kedudukan kepemimpinan dalam organisasi, bukan hanya karena
kekuasaan yang bersumber dari kewenangan formil, tapi haruslah berasal dari
pada pengetahuan dan keahliannya sebagai manajer.
7. Oliver Sheldon (1894 -1951) Filsafat
rnanajemen yang pertama kali ditulis dalam bukunya pada tahun 1923, yang
menekankan tentang adanya tanggung jawab sosial dalam dunia , usaha, sehingga
etika sarna pentingnya dengan ekonomi alam manajemen, dalam arti melakukan
pelayanan barang dan jasa yang tepat dengan nharga
yang wajar Kepada masyarakat. Manajemen juga harus memperlakukan pekerja dengan
adil dan jujur. Beliau menggabungkan nilai-nilai efisiensi manajemen ilmiah
dengan etika pelayanan kepada masyarakat.
Ada 3 prinsip dari Oliver, yaitu :a.
Kebijakan, keadaan dan metoda industri haruslah sejalan dengan kesejahteraan
masyarakat.b. Manajemen seharusnyalah mampu menafsirkan sangsi moral tertinggi
masyarakat sebagai keseluruhan yang memberi makna praktis terhadap gagasan
keadilan sosial yang diterima tanpa prasangka oleh masyarakat.c. Manajemen
dapat mengambil prakarsa guna meningkatkan standar etika yang umum dan konsep
keadilan sosial.
8. ChesterL. Barnard (1886 -1961)
Berdasarkan kesukaannya dalam bacaan-bacaan sosiologi dan filsafat, kemudian
Bernard merumuskan nberbagai
teori tentang kehidupan organsasi. Menurut dia rnanusia itu masuk organisasi
karena ingin mencapai tujuan pribadinya melalui pencapaian tujuan organisasi
yang tak mungkin dapat dicapainya nsendiri.
Chester L. Bernard beasumsi bahwa perusahaan akan berjalan efisien dan hidup
terus, apabila dapat menyeimbangkan antara pencapaian tujuan dan kebutuhan
individu. Beliau juga menyatakan peranan organisasi informal sangat menentukan
suksesnya suatu tujuan perusahaan.
9. Aliran klasik dikenal dengan
pendekatan proses dan operasi manajemen. Dengan terjadinya proses perkembangan
yang saling berkaitan di antara berbagai aliran ini, maka kemudian sudah sulit
untuk terlalu membedakan dan memisahkan antara aliran-aliran ini.
B. TEORI KUANTITAFIF (RISET OPERASI DAN
ILMU MANAJEMEN).
Pendekatan kuantitatif adalah penggunaan sejumlah teknik
kuantitatif—seperti statistik, model optimasi, model informasi, atau simulasi
komputer—untuk membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Sebagai contoh,
pemrograman linear digunakan para manajer untuk membantu mengambil kebijakan
pengalokasian sumber daya; analisis jalur kritis (Critical Path Analysis) dapat
digunakan untuk membuat penjadwalan kerja yang lebih efesien; model kuantitas
pesanan ekonomi (economic order quantity model) membantu manajer menentukan
tingkat persediaan optimum; dan lain-lain.
Pengembangan kuantitatif muncul dari pengembangan solusi matematika dan statistik terhadap masalah militer selama Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, teknik-teknik matematika dan statistika yang digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan militer itu diterapkan di sektor bisnis. Pelopornya adalah sekelompok perwira militer yang dijuluki "Whiz Kids". Para perwira yang bergabung dengan Ford Motor Company pada pertengahan 1940-an ini menggunakan metode statistik dan model kuantitatif untuk memperbaiki pengambilan keputusan di Ford.
Ditandai dengan perkembangan tim-tim riset Operasi dalam pemecahan masalah-masalah industri, sejalan dengan perkembangan dunia teknologi, prosedur-prosedur riset operasional kemudian diformulasikan dan disebut dengan aliran Management Science.
Pengembangan kuantitatif muncul dari pengembangan solusi matematika dan statistik terhadap masalah militer selama Perang Dunia II. Setelah perang berakhir, teknik-teknik matematika dan statistika yang digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan militer itu diterapkan di sektor bisnis. Pelopornya adalah sekelompok perwira militer yang dijuluki "Whiz Kids". Para perwira yang bergabung dengan Ford Motor Company pada pertengahan 1940-an ini menggunakan metode statistik dan model kuantitatif untuk memperbaiki pengambilan keputusan di Ford.
Ditandai dengan perkembangan tim-tim riset Operasi dalam pemecahan masalah-masalah industri, sejalan dengan perkembangan dunia teknologi, prosedur-prosedur riset operasional kemudian diformulasikan dan disebut dengan aliran Management Science.
C. EVOLUSI TEORI MANAJEMEN.
Ada lima kemungkinan arah perkembangan
teori manajemen di masa mendatang1. Dominan.
Salah satu dari aliran utama dapat muncul sebagai yang paling berguna
2 . Divergence.
Setiap aliran berkembang melalui jalurnya sendiri
3 . Convergence.
Aliran-aliran dapat menjadi sepaham dengan batasan-batasan diantara mereka cenderung kabur
4 . Sintesa.
Masing-masing aliran berintegrasi
5 . Proliferation.
4. MANAJEMEN DAN LINGKUNGAN EKSTERNAL.
A. DEFINISI LINGKUNGAN.
Lingkungan adalah
kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi
surya, mineral,
serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan
kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana
menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi
segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan
kehidupan manusia.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).
B. FAKTOR – FAKTOR
LINGKUNGAN EKSTERNAL MIKRO DAN MAKRO.
1. LINGKUNGAN EKSTERNAL MIKRO
Lingkungan eksternal mikro terdiri dari:
• para pesaing (competitors)
organisasi mengetahui posisi persaingannya, sehingga mampu mengoptimalkan
operasi-operasinya
• Langganan (customer)
Untuk mengantisipasi
perubahan perilaku pasar atau langganan dan
mengarahkan pengalokasian sumber dayanya sesuai kebutuhan dan keinginan
langganan
• Pasar tenaga kerja (labor supply)
Faktor yang paling berpengaruh adalah:reputasi perusahaan di mata angkatan kerja, tingkat pertumbuhan angkatan kerja dan tersedianya tenaga kerja susuai
persyaratan yang dibutuhkan
• Lembaga-lembaga keuangan
Jangka pendek untuk biaya operasi, sedangkan jangka panjang untuk fasilitas dan
peralatan baru
• Para penyelia (suppliers)
Harus selalu dinilai kualitas dan kuantitas dari penyedia, sehingga dapat
disesuaikan dengan karakteristik yang diinginkan perusahaan
• Perwakilan pemerintah
Peraturannya harus dipatuhi organisasi dalam operasinya, prosedur perijinan dan
pembatasan lain untuk melindungi masyarakat
2. LINGKUNGAN EKSTERNAL MAKRO
Lingkungan eksternal makro mencakup:
• Perkembangan Teknologi
Teknologi berperan dalam penentuan produk dan jasa yang diproduksi, peralatan
yang digunakan dan bagaimana operasi akan dikelola
• Variabel-variabel ekonomi
Perlu dilakukan peramalan ekonomi dan antisipasi perubahan harga
• Lingkungan Sosial-Kebudayaan
Mencakup kepercayaan,nilai,sikap,pandangan serta pola kehidupan yang
dibentuk tradisi, pendidikan, kelompok ethnis,ekologi,demografis,serta agama
dan kepercayaan dari masyarakat
• Variabel-variabel Politik-hukum
Pemerintah memainkan peranan sekaligus sebagai pencipta kesempatan, pemberi
perlindungan, dan penetapan batasan
• Dimensi Internasional
C. TANGGUNG JAWAB SOSIAL MANAJER.1. LINGKUNGAN EKSTERNAL MIKRO
Lingkungan eksternal mikro terdiri dari:
• para pesaing (competitors)
organisasi mengetahui posisi persaingannya, sehingga mampu mengoptimalkan
operasi-operasinya
• Langganan (customer)
Untuk mengantisipasi
perubahan perilaku pasar atau langganan dan
mengarahkan pengalokasian sumber dayanya sesuai kebutuhan dan keinginan
langganan
• Pasar tenaga kerja (labor supply)
Faktor yang paling berpengaruh adalah:reputasi perusahaan di mata angkatan kerja, tingkat pertumbuhan angkatan kerja dan tersedianya tenaga kerja susuai
persyaratan yang dibutuhkan
• Lembaga-lembaga keuangan
Jangka pendek untuk biaya operasi, sedangkan jangka panjang untuk fasilitas dan
peralatan baru
• Para penyelia (suppliers)
Harus selalu dinilai kualitas dan kuantitas dari penyedia, sehingga dapat
disesuaikan dengan karakteristik yang diinginkan perusahaan
• Perwakilan pemerintah
Peraturannya harus dipatuhi organisasi dalam operasinya, prosedur perijinan dan
pembatasan lain untuk melindungi masyarakat
2. LINGKUNGAN EKSTERNAL MAKRO
Lingkungan eksternal makro mencakup:
• Perkembangan Teknologi
Teknologi berperan dalam penentuan produk dan jasa yang diproduksi, peralatan
yang digunakan dan bagaimana operasi akan dikelola
• Variabel-variabel ekonomi
Perlu dilakukan peramalan ekonomi dan antisipasi perubahan harga
• Lingkungan Sosial-Kebudayaan
Mencakup kepercayaan,nilai,sikap,pandangan serta pola kehidupan yang
dibentuk tradisi, pendidikan, kelompok ethnis,ekologi,demografis,serta agama
dan kepercayaan dari masyarakat
• Variabel-variabel Politik-hukum
Pemerintah memainkan peranan sekaligus sebagai pencipta kesempatan, pemberi
perlindungan, dan penetapan batasan
• Dimensi Internasional
Perubahan-perubahan konsep manajerial dipengaruhi oleh faktor intern dan ekstern. Seorang manajerial mempunyai tanggung jawab sosial atas keputusan yang diambil. Mengapa dikatakan demikian karena mempengaruhi dalam pengambilan keputusan dan pencapaian tujuan organisasi baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. Disamping itu juga menyangkut nasib orang banyak yang semuanya menggantungkan dirinya kepada organsasi tersebut.
Berikut ini beberapa argumen-argumen yang mendukung tanggung jawab sosial.
1. Memenuhi ekspektasi public.
2. Untuk mengamankan laba jangka panjang
3. Tanggung jawab sosial merupakan kewajiban etis.
4. Untuk menciptakan kesan publik yang baik.
5. Untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah sosial yang pelik.
6. Untuk mengurangi jumlah peraturan pemerintah yang perlu diberlakukan.
7. Untuk mengimbangi besarnya kekuasaan yang dimiliki perusahaan.
8. Untuk meningkatkan harga saham dalam jangka panjang.
9. Karena perusahaan memiliki sumber daya yang dibutuhkan untuk membantu masyarakat dan program-program sosial.
10. Untuk mengatasi masalah sosial sebelum masalah tersebut menjadi terlalu sulit dan mahal untuk diselesaikan.
Namun, terdapat argumen-argumen yang menentang tanggung jawab sosial :
1) Karena merupakan pelanggaran terhadap tujuan berupa maksimalisasi profit.
2) Karena merupakan dilusi terhadap tujuan utama perusahaan yakni produktivitas ekonomis.
3) Mahal.
4) Kekuasaan yang dimiliki perusahaan akan terlalu besar jika perusahaan juga berusaha mencapai tujuan sosial.
5) Kurangnya keahlian untuk mengatasi masalah sosial.
6) Kurangnya akuntabilitas yang dimiliki perusahaan terhadap tindakan sosial.
Seorang manajer harus tanggap terhadap lingkungannya karena ini sangat berpengaruh terhadap keputusan dan tindakan-tindakan yang akan dilakukan oleh manajer. Untuk itu seorang manajer harus mempunyai rasa tanggung jawab yang bersifat sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar